7 Mitos Tentang Lemak dan Kolesterol

7 Mitos Tentang Lemak dan Kolesterol

DietCepatAlami.com – Ada beragam mitos yang beredar tentang lemak dan kolesterol yang terdapat pada makanan. Hal ini membuat lemak dan kolesterol menjadi zat yang dihindari dan ditakuti, karena dipercaya menimbulkan beragam penyakit.

Tapi, sebelum Anda menyatakan sikap anti terhadap dua jenis makanan ini, sebaiknya Anda pahami dulu mana yang mitos agar pemahaman Anda tidak keliru!

Mitos #1: Rendah Lemak dan Tinggi Karbo Adalah Pola Makan yang Optimal

Image credit: womenshealthmag.com

Image credit: womenshealthmag.com

Sekitar tahun 60-an dan 70-an, banyak ilmuwan yang percaya bahwa lemak jenuh menjadi penyebab utama penyakit jantung karena bisa meningkatkan kolesterol jahat di dalam darah. Diet rendah lemak lantas direkomendasikan di Amerika pada tahun 1977, yang kemudian menyebar di berbagai belahan dunia lainnya.

Ironisnya, semenjak saat itu penderita obesitas justru kian bertambah. Hal ini mungkin karena orang-orang menghindari makanan sehat seperti daging dan telur karena lemaknya dan mengkonsumsi lebih banyak makanan olahan yang tinggi kandungan gula dan karbohidrat rafinasinya.

Studi terbaru mengungkapkan bahwa diet rendah lemak tidaklah seefektif yang dikira. Pada jangka panjang, pola makan ini tidak membuat berat Anda turun lebih banyak maupun mengurangi risiko penyakit kronis. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa diet rendah bisa menimbulkan dampak buruk.

(Baca juga: Bagaimana Cara Gula Membuat Anda Kegemukan?)

Mitos #2: Makanan Tinggi Kolesterol (Seperti Telur) Tidak Baik

Image credit: sporkme.tumblr.com

Image credit: sporkme.tumblr.com

Karena kolesterol dianggap jahat, banyak yang menganggap bahwa makanan yang mengandung kolesterol itu tidak baik untuk kesehatan jantung. Salah satu makanan yang disalahkan adalah telur. Padahal, telur justru mengandung beragam nutrisi yang sangat penting bagi tubuh kita.

Tapi, sejumlah studi ternyata menemukan bahwa kolesterol pada makanan tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Telur meningkatkan HDL (kolesterol baik) yang tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

(Baca juga: Diet Telur: Memangkas 7 Kg Dalam Seminggu)

Mitos #3: Minyak Sayur Itu Sehat

Image credit: ecowatch.com

Image credit: ecowatch.com

Minyak sayur yang mengalami beragam proses ini dianggap sebagai lemak sehat karena mengandung asam lemak tak jenuh omega-6. Omega-6 memang diperlukan tubuh seperti halnya omega-3. Tapi, tubuh hanya membutuhkan jumlah tertentu dengan rasio omega-3 dan omega-6 1:1.

Sayangnya, minyak sayur mengandung terlalu banyak omega-6. Padahal, kelebihan asam lemak ini dalam tubuh bisa membuatnya menumpuk di dalam membran sel dan berperan dalam inflamasi. Ditambah lagi, sebagian minyak sayur juga ternyata mengandung lemak trans yang berbahaya!

(Baca juga: 8 Makanan Sehat yang Diam-Diam Bisa Bikin Anda Lebih Gemuk)

Mitos #4: Lemak Jenuh Meningkatkan Kadar Kolesterol Jahat dan Menyebabkan Penyakit Jantung

Image credit: newdaynonprofit.com

Image credit: newdaynonprofit.com

Lemak jenuh yang dikandung dalam makanan seperti daging sejak lama dituding sebagai salah satu penyebab meningkatnya kolesterol jahat dalam darah dan penyakit jantung.

Faktanya, ada banyak studi yang berusaha menemukan hubungan antara lemak jenuh dan risiko penyakit jantung. Tapi, tidak ditemukan bukti bahwa lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung.

(Baca juga: 6 Makanan ini Ternyata Dapat Menghancurkan Tumpukan Lemak di Perut!)

Mitos #5: Lemak Jenuh dan Lemak Trans Itu Sama

Image credit: blog.ihs.com

Image credit: blog.ihs.com

Lemak jenuh dan lemak trans tidaklah sama. Lemak trans adalah lemak tak jenuh yang telah diubah secara kimiawi agar lebih solid dan tahan lama. Bila lemak jenuh tidak berbahaya, lemak trans justru berbahaya karena dapat menyebabkan resistensi insulin, inflamasi, dan peningkatan risiko penyakit kronis.

Lemak trans seringkali ditemukan pada makanan olahan. Untuk menghindarinya, kurangi makanan olahan dan cukupkan asupan makanan utuh (whole food).

(Baca juga: Ingin Menurunkan Berat Badan? Ubah Kebiasaan Makan Anda!)

Mitos #6: Makanan Berlemak Membuat Anda Gemuk

Image credit: hungryforever.com

Image credit: hungryforever.com

Banyak yang beranggapan bahwa lemak itu bikin gemuk. Faktanya, hal ini ternyata tak sesederhana itu. Lemak memang memiliki jumlah kalori lebih banyak per gramnya dibandingkan karbohidrat dan protein. Tapi, makanan yang mengandung lemak biasanya cukup mengenyangkan dan sukar untuk dimakan berlebihan.

Sejumlah studi justru menunjukkan bahwa diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat mampu menurunkan berat badan lebih banyak dibanding diet tinggi karbo rendah lemak.

(Baca juga: Mitos-Mitos Tentang Makanan Diet yang Tak Boleh Kamu Percaya Lagi!)

Mitos #7: Makanan Olahan Bebas Lemak Lebih Sehat

Image credit: yogurtinnutrition.com

Image credit: yogurtinnutrition.com

Karena mengikuti rekomendasi rendah lemak, banyak makanan yang dihilangkan lemaknya oleh produsen. Sayangnya, menyingkirkan lemak dari makanan membuat rasa makanan itu menjadi tidak enak, sehingga produsen menambahkan gula untuk memperbaikinya.

Karena alasan ini, banyak makanan rendah lemak yang justru mengandung banyak gula. Padahal, hal ini justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

(Baca juga: Kenali 7 Gejala Kamu Mengkonsumsi Terlalu Banyak Gula)

Nah, lewat informasi di atas, mudah-mudahan Anda tidak lagi mudah termakan oleh mitos yang tak didasari oleh fakta!