Mengapa Kita Ngemil?

Mengapa Kita Ngemil?

Mengapa Kita NgemilBanyak yang berpendapat bahwa ngemil adalah penyebab gagalnya diet. Tapi pernahkah Anda berpikir lebih jauh mengenai apa yang menyebabkan Anda ngemil?

Tulisan kali ini masih berkaitan dengan artikel “Penyebab Nafsu Makan Berlebih” yang kami bahas beberapa waktu lalu. Berdasarkan teorinya, saat seseorang mengalami susah tidur atau sedang stress, mereka akan berusaha mencari sesuatu yang manis. Tidak ada orang yang stress yang tiba-tiba mencari cemilan sayur atau ikan bakar. Pasti rasanya tidak enak.

Makanan yang manis memang dapat memicu hormon serotonin di otak. Sehingga kita akan merasa senang, lebih rileks dan bahkan mood kita akan meningkat. Sayangnya, perasaan senang yang Anda rasakan tidak bisa bertahan lama, dan akhirnya Andapun akan ngemil yang manis lagi. Dengan kata lain, mereka yang ngemil manis itu sebenarnya bukan karena sekedar ingin makan, tapi karena kondisi tubuh yang mendorong mereka untuk terus mengonsumsi makanan yang manis.

Terkadang saat stress kita malah mengabaikan kesehatan. Berusaha menenangkan diri dengan makanan manis tapi tidak sadar telah membahayakan tubuhnya sendiri. Apakah Anda rela mengorbankan kesehatan demi mendapat mood yang baik?

Setiap kali Anda mengonsumsi makanan yang manis, selama itu pula kadar insulin dalam tubuh Anda akan meningkat drastis. Insulin berfungsi menurunkan kadar gula yang berlebih dalam darah. Kelebihan glukosa ini akan masuk ke jaringan lemak dan akhirnya tersimpan sebagai lemak. Oleh karena itu, selama kita mengonsumsi makanan tinggi gula maka selama itu pula lemak di tubuh akan terus bertambah. Hormon insulin ini juga dapat menghambat pembakaran lemak dalam tubuh.

Kadar glukosa dalam darah akan menurun dan mendadak rendah sekali seiring dengan meningkatnya kadar insulin. Makanya setelah makan sepiring nasi, atau cemilan yang manis-manis, kita akan cepat merasa lapar, cepat lemas bahkan mengantuk. Kondisi ini tentunya yang juga menjadi pemicu Anda secara terus-menerus ingin mengonsumsi yang manis-manis lagi.

Makan yang manis akan membuat kadar gula naik. Kadar gula naik artinya pankreas juga harus menghasilkan banyak insulin untuk mengembalikan kadar gula darah

Siklus seperti inilah yang akan terus terjadi dalam tubuh dan membuat kita gampang letih, lemas dan lesu. Jika metabolisme seperti ini terus terjadi dalam tubuh, maka akan tiba masa dimana tubuh Anda akan lebih banyak menghasilkan hormon insulin dari biasanya. Penimbunan lemak akan semakin meningkat. Anda pun akan lebih beresiko terkena diabetes tipe 2.

Kebutuhan akan manis ini sudah seperti candu. Tapi bisa kita siasati dengan mengubah kebiasaan hidup. Misalnya dengan mengganti apa yang biasa Anda masukkan ke mulut dengan makanan lain yang lebih sehat, seperti sayuran dan buah-buahan segar. Makanlah 5 hingga 6 kali sehari. Hal ini untuk menghindari anda ngemil yang manis. Kalaupun Anda masih sulit menghindari kebiasaan ngemil, pilihlah jenis cemilan dengan kadar Glikemik Index (GI) dibawah 55.

Memang butuh disiplin dan motivasi untuk melakukan ini. Untuk itu lakukan pelan-pelan dan bertahap

Semoga bermanfaat.