Membakar Lemak Lebih Efektif Dengan Diet Lipotropik

DietCepatAlami.com – Pernah mendengar tentang lipotropik? Lipotropik adalah istilah yang mengacu pada senyawa yang mampu memecah lemak. Dalam suplemen diet, kolin adalah lipotropik yang utama.

Kolin merupakan salah satu asam lemak esensial yang membantu pembangunan membran sel dan sebagai komponen metabolisme untuk transportasi lemak. Nah, diet lipotropik bertujuan agar Anda memperoleh asupan kolin yang memadai untuk membakar lemak.

Lantas, bagaimana sih cara kerja diet lipotropik itu?

Memanfaatkan Kolin Sebagai Pembakar Lemak

Image credit: livestrong.com

Image credit: livestrong.com

Tubuh kita memproduksi kolin dalam jumlah kecil. Makanya, Anda membutuhkan tambahan asupan asam amino esensial ini dari makanan. Tapi, sebenarnya apa sih peran kolin untuk tubuh kita?

Ketika Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol, lemak tersebut akan menuju hati. Dari sana, ia akan didistribusikan ke area tubuh yang membutuhkan. Nah, kekurangan kolin ternyata bisa membuat lemak terakumulasi di hati dan menyebabkan kondisi yang disebut dengan pembengkakan hati.

(Baca juga: 6 Hal Mutlak yang Harus Kamu Lakukan Jika Ingin Menghilangkan Lemak di Perut)

Makanan Sumber Kolin

Image credit: health-food-nutrition.blogspot.com

Image credit: health-food-nutrition.blogspot.com

Tujuan diet lipotropik adalah untuk meningkatkan transportasi lemak dari hati ke bagian tubuh yang memerlukan. Ini berarti mendukung tubuh Anda untuk memanfaatkan lemak lebih efektif dan menyingkirkan kelebihan lemak pada hati.

Untuk memperoleh efek ini, Anda perlu menambah asupan kolin. Asupan kolin yang disarankan setiap harinya adalah sekitar 425 mg untuk wanita dan 550 mg untuk pria. Inilah berbagai makanan sumber kolin yang bisa Anda konsumsi:

Daging dan Ikan

Tiga ons (85 gram) hati sapi mengandung sekitar 250 mg kolin, serupa dengan hati ayam dan kalkun yang mengandung kira-kira 220-320 mg. Sementara, daging sapi, babi, kambing, ayam, kalkun, cod, salmon, dan udang mengandung antara 60-140 mg.

Telur, Susu, dan Cokelat

Sebutir telur ukuran besar mengandung sekitar 120 mg kolin. Kuning telur kering tinggi akan kandungan kolin, setiap 100 gramnya mengandung hampir 1.400 mg. Sementara, secangkir susu skim mengandung 38 mg dan 40 gram bar cokelat mengandung 20 mg.

Kedelai, Biji-Bijian, dan Kacang

Anda juga bisa memperoleh kolin dari kedelai, flaxseed, dan kacang tanah. Setiap 40 gram tahu mengandung sekitar 100 mg kolin. Sementara, flaxseed mengandung 70-80 mg dan sua sendok makan selai kacang mengandung 20 mg.

Pada dasarnya, Anda bisa memenuhi kebutuhan kolin dari makanan saja. Tak perlu mengkonsumsi suplemen kolin, kecuali kadar lemak tubuh Anda mencapai 30% untuk wanita dan 20% untuk pria. Sebelum mengkonsumsi suplemen, berkonsultasilah terlebih dulu dengan dokter Anda.

(Baca juga: 6 Makanan ini Ternyata Dapat Menghancurkan Tumpukan Lemak di Perut!)

Manfaat Lain Dari Kolin

Image credit: cnn.com

Image credit: cnn.com

Selain mendukung pembakaran lemak. kolin juga punya beberapa fungsi lain bagi tubuh Anda. Antara lain, senyawa ini berperan terhadap daya ingat dan pengendalian otot.

Bukan itu saja. Menurut studi, peningkatan asupan kolin ternyata mampu mengurangi risiko kanker payudara. Sementara, kekurangan kolin ternyata berperan dalam pembentukan sel kanker hati.

(Baca juga: Inilah 5 Manfaat yang Akan Kamu Dapatkan Ketika Melakukan Diet Seimbang!)

Tapi, Konsumsi Kolin Sebaiknya Tak Berlebihan!

Meski manfaatnya segudang, asupan kolin yang terlalu banyak ternyata bisa menjadi racun di dalam tubuh, lho. Mengkonsumsi 10- 16 gram kolin per hari dapat menyebabkan bau tubuh kurang sedap, muntah-muntah, serta peningkatan air liur dan keringat.

Inilah cara kempiskan perut buncit secara sehat dalam hitungan hari saja!

Jadi, pastikan asupan kolin Anda tercukupi, tapi jangan sampai berlebihan, ya!