Hal yang Wajib Anda Perhatikan Dalam Label Informasi Nilai Gizi

Hal yang Wajib Anda Perhatikan Dalam Label Informasi Nilai Gizi

Hal yang Wajib Anda Perhatikan Dalam Label Informasi Nilai GiziDietCepatAlami.com – Saat Anda mengintip label informasi nilai gizi yang tertera pada sebagian besar kemasan makanan, yang pertama Anda perhatikan mungkin adalah kalorinya. Nyatanya, peduli dengan jumlah kalori yang masuk setiap harinya membantu Anda untuk tetap langsing, lho.

Tapi, memperhatikan nilai kalori saja ternyata tidak cukup mencerminkan hal-hal yang Anda dapatkan dari makanan tersebut. Bagaimana kadar gula darah Anda nantinya, seberapa lama Anda merasa kenyang dengan makanan tersebut, dan seberapa banyak nutrisi penting yang terkandung di dalamnya. Bahkan, nilai kalori juga belum tentu akurat!

Jadi, jangan sampai terlewat untuk memperhatikan informasi vital lain yang tertera di dalam label nutrisi tersebut.

1. Takaran Saji dan Jumlah Sajian per Kemasan

Saran penyajian atau ukuran penyajian memberi Anda sudut pandang untuk mengevaluasi informasi lain yang tertera pada label informasi nilai gizi. Kalori yang tertera pada satu wadah es rkim atau sekantong keripik kentang kelihatannya tak seberapa, tapi berapa jumlah sajian yang sebenarnya terkandung dalam kemasan tersebut? Bisa 3 porsi atau lebih. Jika Anda menghabiskan semuanya, itu berarti kalori yang masuk adalah tiga kali lipat dari yang tercantum di label!

Jadi, waspadai jumlah sajian dalam satu kemasan makanan. Pastikan porsi yang Anda makan sesuai atau kurang dari ukuran penyajian yang disarankan agar kalori Anda tetap terkendali.

2. Protein

Persentase angka kecukupan gizi (daily value) untuk makronutrien seperti protein didasarkan pada diet harian 2.000 kalori. Karena asupan kalori Anda bisa bervariasi, lebih baik Anda melihat dari jumlah gram yang tercantum. Asupan protein harian yang disarankan berkisar antara 10-35% dari asupan kalori harian Anda, yakni sekitar 46 gram protein untuk wanita dan 56 gram protein untuk pria.

3. Lemak

Jangan alergi dulu dengan kandungan lemak dalam makanan, karena lemak itu mengenyangkan dan membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak. Tapi, Anda yang sehat dan aktif tidak memerlukan sampai 40-60 gram lemak per hari. Jaga agar lemak yang dikonsumsi tidak melebih 15 gram setiap kali makan dan maksimal 10 gram pada cemilan. Perhatikan juga jenis lemaknya. Untuk lemak trans yang kurang sehat, Anda sebaiknya tidak mengkonsumsi lebih dari 6 gram per hari.

4. Karbohidrat

Makronutrient terakhir yang patut dipertimbangkan adalah karbohidrat. Informasi nilai gizi yang tercantum akan menampilkan total gram karbo, baik yang berasal dari gula maupun serat. Tubuh Anda memerlukan karbohidrat untuk membakar lemak, tapi pastikan Anda juga mendapatkan karbohidrat dari serat. Perbandingan karbohidrat yang dianggap sehat antara serat dan gula adalah 1:10.

5. Gula Tambahan yang Tersembunyi

Informasi nilai gizi biasanya hanya mencantumkan total gram gula yang terkandung di dalam makanan, tidak dicantumkan berapa banyak gula yang ditambahkan oleh produsen makanan tersebut. Tapi, Anda bisa mencari tahu apakah makanan tersebut mengandung gula tambahan yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

Coba temukan bahan seperti glukosa, fruktosa, atau dekstrosa pada komposisi yang tertera. Meski sebagian gula tambahan tersebut berasal dari sumber yang sehat, tapi itu tetap saja gula tambahan yang konsumsinya wajib Anda batasi.

6. Komposisi

Meski tidak semua bahan-bahan yang bahasanya asing itu buruk untuk Anda, sebaiknya Anda memilih makanan yang memiliki daftar bahan yang tidak terlalu banyak sehingga membantu mengurangi berbagai produk makanan olahan yang dijadikan bahan makanan tersebut.

Komposisi pada label infomasi nutrisi umumnya disusun berdasarkan jumlah yang terkandung di dalam makanan. Yang disebutkan paling awal biasanya adalah bahan bakunya, sementara yang disebutkan terakhir adalah yang paling sedikit komposisinya. Jadi, jika tepung terigu atau gula disebutkan pertama, sebaiknya hindari saja.

Kini Anda semakin paham dengan informasi nilai gizi pada kemasan makanan, bukan? Semoga Anda semakin bijak dalam memilih makanan untuk diet Anda.