≡ Menu

Home » Tips Diet » 5 Alasan Mempertimbangkan Sedot Lemak

5 Alasan Mempertimbangkan Sedot Lemak

WSC

5 Alasan Perlu Mempertimbangkan Sedot LemakDietCepatAlami.com – Sedot lemak atau biasa juga dikenal dengan istilah liposuction adalah cara pintas yang banyak ditempuh untuk mengurangi timbunan lemak dalam tubuh. Liposuction merupakan teknik pembedahan untuk menyedot lemak dan selulit di daerah tertentu, seperti paha, bokong, pinggul, perut, dan lengan. Cara ini memang efektif menghilangkan lemak dan menurunkan berat badan. Tapi sebelum Anda melakukan operasi sedot lemak, ada baiknya Anda mengetahui bahaya dan efek samping yang akan ditimbulkan setelah operasi.

Sama halnya dengan operasi pembedahan yang lain, sedot lemak juga memiliki resiko seperti reaksi anestesi dan pendarahan. Berikut ini komplikasi yang bisa terjadi paska melakukan sedot lemak.

1. Penyimpangan Kontur Tubuh
Pembuangan lemak bisa menyebabkan kontur kulis terlihat layu, mengeriput, bahkan bergelombang akibat jaringan parut jika pembuangan lemaknya tidak merata. Selain bisa mempengaruhi elastisitas kulit, selang tipis (cannula) yang disisipkan ke dalam kulit untuk menyedot lemak dapat menimbulkan bercak permanen pada kulit.

2. Kulit Mati Rasa dan Infeksi
Liposuction dilakukan dengan menusuk-nusuk bagian kulit secara berpindah. Kesalahan prosedur bisa mengakibatkan iritasi saraf hingga Anda akan merasakan mati rasa sementara atau bahkan permanen pada daerah tersebut. Infeksi kulit dan alergi juga bisa terjadi pada kasus tertentu.

3. Gangguan Keseimbangan Cairan Tubuh
Pada saat dilakukan penyedotan lemak, maka dokter bedah pun akan menyuntikkan sejumlah cairan ke dalam tubuh. Maka pada saat itupun akan terjadi ketidakseimbangan cairan tubuh. Fungsi organ dalam akan terganggu sementara, seperti paru-paru, ginjal, hati, bahkan jantung.

4. Kerusakan Organ Internal
Kasus ini jarang terjadi, namun jika dilakukan oleh yang bukan ahlinya bisa berbahaya. Cannula yang berbentuk seperti jarum besar sangat berpotensi merusak organ-organ dalam tubuh, terutama saat ditusukkan untuk menyedotan lemak di bagian perut.

5. Menunggu 1 Tahun untuk Hamil
Setelah penyedotan lemak, Anda harus bersabar selama 1 tahun untuk menunda kehamilan. Proses sedot lemak mengganggu organ dalam tubuh. Jika terjadi kehamilan maka tentu akan beresiko pada janin, pendarahan, bahkan mual pada si Ibu. Maka dari itu, dibutuhkan waktu satu tahun masa penyembuhan untuk program kehamilan.

Pilihan terbaik bagi Anda yang SERIUS Ingin Menurunkan Berat Badan & Menginginkan Tubuh Ideal!

Masih banyak resiko yang mungkin terjadi akibat operasi sedot lemak, apalagi bila dilakukan di beberapa bagian tubuh. Tubuh yang kehilangan lemak cenderung akan menimbun lemak baru. Sedot lemak sesungguhnya hanya pilihan alternatif dalam menurunkan berat badan. Hasilnya memang cepat, tapi yang cepat tentu punya resiko. Hal yang terpenting dalam diet sebenarnya bukan bagaimana menghilangkan lemak saja tapi bagaimana cara Anda mengurangi penimbunan lemak melalui pengaturan pola makan dan olahraga secara teratur.